Agam, - Meningkatnya debit air Sungai Batang Tiku berdampak serius pada infrastruktur dan keamanan wilayah di Jorong Bukik Malintang, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjung Mutiara.
Peningkatan aliran air terjadi sejak Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, memicu longsor tebing di sepanjang aliran sungai.
Personel BPBD Kabupaten Agam segera turun melakukan survei dan asesmen lapangan pada Senin (20/7/2026), didampingi Sekretaris Nagari, Wali Jorong, serta Kelompok Siaga Bencana (KSB) Tiku Utara.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tebing sungai runtuh di tiga titik utama, dengan kondisi erosi yang semakin mendekati akses jalan kabupaten penghubung Cacang Randah dengan Bukik Malintang.
Selain mengancam jalan penghubung, dampak lain yang tercatat adalah ambruknya satu unit tiang listrik tegangan menengah.
Akibat kejadian ini, aliran listrik di wilayah setempat terputus sejak Minggu malam hingga Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB.Kerusakan juga dilaporkan pada pintu bendungan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Cacang Tinggi yang kondisinya semakin memburuk.
Kalaksa BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, menegaskan bahwa kondisi ini membutuhkan perhatian segera.
"Kami sudah melakukan asesmen ke lokasi bersama pemerintah nagari dan unsur terkait. Dari hasil pemantauan, terdapat tiga titik tebing sungai yang runtuh dan kondisinya semakin mendekati akses jalan kabupaten serta lahan pertanian warga. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.
Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Batang Tiku untuk meningkatkan kewaspadaan secara berkelanjutan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun dan berpotensi menaikkan debit air sungai secara tiba-tiba. ***
Editor : Editor