Painan, - Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 secara resmi dibuka di Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (16/6/2026).
Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Anggota Bawaslu Sumatera Barat, Muhammad Khadafi.
Mengusung tema “Hijrah Pengawasan, Menyalakan Semangat Baru untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, kegiatan ini berlangsung serentak di 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, dengan Pesisir Selatan sebagai pusat pelaksanaan kegiatan.
Muhammad Khadafi, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Sumbar, menyebutkan program ini adalah langkah penting untuk memperkuat keterlibatan warga dalam menjaga proses demokrasi.
Menurutnya, keberhasilan pesta demokrasi sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, tidak hanya lembaga pengawas.
“Tujuan utama P2P adalah melahirkan agen pengawasan dari kalangan masyarakat sendiri. Nantinya mereka menjadi mitra resmi Bawaslu untuk menyebarluaskan semangat pengawasan, serta menjaga integritas dan keadilan pemilu,” ujar Khadafi saat acara peluncuran.Ia menegaskan, mengawasi jalannya pemilu bukanlah beban yang hanya harus dipikul Bawaslu semata.
Demokrasi yang sehat dan bermartabat hanya akan terwujud jika seluruh warga merasa memiliki tanggung jawab yang sama.
“Melalui semangat ‘Hijrah Pengawasan’, kami ingin menyalakan semangat baru dan membangun budaya pengawasan yang kuat. Ini persiapan matang kami menyongsong Pemilu 2029 yang berkualitas dan bermartabat,” tambahnya.
Peserta yang mengikuti pendidikan ini merupakan perwakilan dari beragam unsur, mulai dari mahasiswa, tenaga pendidik, hingga tokoh masyarakat terpilih.
Editor : Editor