Padang, - Fraksi Partai NasDem mencatat bahwa pendapatan daerah Kota Padang pada Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp2,88 triliun dan berhasil direalisasikan sebesar Rp2,85 triliun, atau setara dengan 99,15 persen dari rencana.
Capaian ini disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi Partai NasDem sekaligus juru bicara fraksi, Argi Putra Finalo, dalam rapat paripurna DPRD Kota Padang yang membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung pada Senin, (15/6/2026).
Menurut Argi, angka tersebut membuktikan bahwa Pemerintah Kota Padang mampu menjaga stabilitas keuangan daerah meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi baik di tingkat nasional maupun global.
Secara khusus, Fraksi NasDem memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dari target sebesar Rp897,69 miliar, realisasinya mencapai Rp924,53 miliar atau melampaui target sebesar 102,99 persen.
Keberhasilan ini didukung oleh beberapa komponen utama: Pajak Daerah terealisasi Rp729,42 miliar (104,90 persen dari target), pendapatan dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp23,64 miliar (101,50 persen), serta kelompok lain-lain PAD yang sah sebesar Rp75,28 miliar (116,68 persen).“Pencapaian ini menunjukkan kemampuan fiskal Kota Padang terus menguat dan menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tegas Argi.
Meski demikian, Fraksi NasDem juga menyoroti kinerja Retribusi Daerah yang belum optimal. Realisasinya baru mencapai Rp96,19 miliar atau hanya 83,99 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp114,52 miliar.
Fraksi meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemungutan, mempercepat digitalisasi layanan, memperbarui basis data objek retribusi, serta memperketat pengawasan guna mencegah potensi kebocoran pendapatan.
Selain itu, Fraksi NasDem juga mendorong agar peningkatan PAD ke depannya tetap dilakukan tanpa membebani masyarakat maupun pelaku usaha.
Editor : Editor