Atasi Keterbatasan Dana, Bupati Pasaman Usulkan Skema Donatur Tetap untuk YAPPAT

×

Atasi Keterbatasan Dana, Bupati Pasaman Usulkan Skema Donatur Tetap untuk YAPPAT

Bagikan berita
Bupati Pasaman Welly Suhery saat memimpin rapat bersama pengurus YAPPAT dan jajaran terkait di Kantor Bupati, Jumat (19/6/2026). (Foto: Ist)
Bupati Pasaman Welly Suhery saat memimpin rapat bersama pengurus YAPPAT dan jajaran terkait di Kantor Bupati, Jumat (19/6/2026). (Foto: Ist)

Pasaman, - Bupati Pasaman, Welly Suhery, memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang dikelola oleh Yayasan Penyelenggara Pendidikan Anak-Anak Tuna (YAPPAT) Pasaman.

Dalam rapat bersama pengurus yayasan yang digelar di Aula TP PKK Kantor Bupati, Jumat (19/6/2026), ia mengusulkan pembentukan skema dukungan berkelanjutan, termasuk mengajak pejabat daerah menjadi donatur tetap agar pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal.

Bupati Welly menegaskan bahwa YAPPAT bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan benteng perlindungan sekaligus harapan bagi anak-anak penyandang disabilitas di wilayahnya.

Oleh sebab itu, keberadaan yayasan tidak boleh dibiarkan menanggung beban pendanaan sendirian.

“Jangan sampai keterbatasan anggaran menghalangi hak mereka mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang layak,” tegasnya.

Rapat tersebut dihadiri Ketua TP PKK Pasaman, Lusi Welly Suhery, pengurus YAPPAT, jajaran Dinas Pendidikan, serta pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, pengurus yayasan menyampaikan tantangan utama yang dihadapi, yaitu keterbatasan dana operasional dan pelaksanaan program pembinaan.

Menyikapi hal tersebut, Bupati mendorong terciptanya sistem pendanaan yang lebih kuat. Salah satu usulannya adalah melibatkan aparatur pemerintah daerah sebagai penyumbang rutin.

“Misalnya, pejabat eselon II dan kepala OPD dapat menyisihkan minimal Rp50 ribu per bulan. Jumlah ini sederhana, namun sangat berarti bagi keberlangsungan YAPPAT,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap penyandang disabilitas harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya kebijakan tertulis.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini