Sepanjang babak pertama, hanya tercipta total tiga kali tembakan ke gawang jumlah paling sedikit yang tercatat dalam sejarah final Piala Dunia sejak tahun 1966.
Bahkan, Argentina tak mampu melepaskan satu pun tembakan ke gawang lawan di babak pertama.
Catatan ini menjadi yang pertama kalinya dialami tim Tango sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Situasi semakin mencolok ketika hingga menit ke-90 waktu normal, Argentina tetap belum mencatatkan satu pun tembakan ke gawang.
Hal ini menjadikan mereka tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang gagal melepaskan satu kali pun tembakan sepanjang pertandingan berlangsung.Meski tampil dominan secara penguasaan bola, Spanyol pun kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan hingga harus berjuang di masa tambahan waktu.
Gol Ferran Torres di menit ke-108 akhirnya menjadi penutup perjuangan kedua tim, sekaligus menegaskan Spanyol sebagai juara dunia tahun 2026. ***
Editor : Editor