Padang, - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan penguatan pelayanan dan ketahanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas dan teknologi, melainkan juga sinergi lintas sektor, sumber daya manusia, serta pemenuhan kebutuhan dasar.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Presentasi Progres IGRA, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, dan Serah Terima Sumur Bor RSUP Dr. M. Djamil Padang oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Jumat (18/9/2026).
“Yang dilakukan hari ini sesuatu yang istimewa. Semua demi kesehatan masyarakat Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Pengembangan metode Interferon Gamma Release Assay (IGRA) oleh tim RSUP Dr. M. Djamil menjadi langkah penting mempercepat penemuan kasus tuberkulosis.
Pemeriksaan ini mendeteksi infeksi TB melalui respons sistem kekebalan tubuh, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Dengan adanya IGRA ini tentunya bisa mempercepat dan mempermudah penemuan kasus TB,” kata Mahyeldi.Mahyeldi mengapresiasi kerja sama RSUP Dr. M. Djamil dengan BPOM, Bio Farma, dan Kimia Farma.
Ia menekankan kemajuan rumah sakit tidak hanya dari peralatan canggih, melainkan kualitas SDM dan keramahan pelayanan (hospitality).
“Kita berharap ke depan rumah sakit di Sumbar meningkat pelayanannya, meningkat keramahtamahannya, sehingga Sumbar bisa menjadi pilihan pengobatan,” tegasnya.
Ketersediaan air bersih juga menjadi prioritas. Serah terima sumur bor dari BWS Sumatera V menjamin kebutuhan air RSUP Dr. M. Djamil, terlebih pascabencana yang berdampak infrastruktur air.
Editor : Editor