Pasaman — Bupati Pasaman, Welly Suhery, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan Sosialisasi dan Festival Seni Budaya Minangkabau yang digagas melalui pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Sumatera Barat, Donizar. Kegiatan bertajuk “Menjaga Budaya, Merawat Seni - Dari Ranah ke Rasa” itu menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian tradisi dan nilai-nilai luhur Minangkabau.
Dalam sambutannya, Bupati Welly menegaskan bahwa menjaga budaya dan seni merupakan tanggung jawab moral seluruh anak nagari.
“Menjaga budaya dan seni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai anak nagari di Minangkabau. Dengan merawatnya, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membangun kebanggaan bagi generasi penerus,” ujar Welly Suhery.
Ia juga mengaku bersyukur karena sepanjang perjalanan kepemimpinannya, banyak pihak yang turut mendukung dan membantu jalannya roda pemerintahan. Salah satu sosok yang ia soroti adalah Donizar, anggota DPRD Sumbar dari Fraksi PKB, yang dikenal konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat Pasaman, meskipun kerap mendapat kritik di media sosial.
“Saya bangga bisa beriringan dengan beliau. Banyak gagasan dan ide yang lahir dari pemikiran beliau untuk kemajuan Pasaman,” ungkap Welly.
Selain memberikan apresiasi terhadap kegiatan kebudayaan tersebut, Bupati Welly juga menyoroti capaian program pembangunan di Kabupaten Pasaman. Ia menyebutkan bahwa dari 10 program unggulan Pemkab Pasaman, sembilan di antaranya telah diluncurkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.“Program-program ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam pelayanan publik dan kebutuhan mendesak lainnya,” jelasnya.
Pada 5 November mendatang, Pemkab Pasaman akan meluncurkan satu lagi program unggulan yakni Bajak Gratis, sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian daerah.
“Program Bajak Gratis ini diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian Pasaman,” kata Welly.
Selain itu, Pemkab Pasaman juga terus mengembangkan Gerakan Nagari Bangkit, sebuah gerakan berbasis nilai-nilai lokal dengan filosofi “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”. Gerakan ini diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat Pasaman melalui penguatan keagamaan, adat, seni, dan budaya.
Editor : Redaksi-1