JAKARTA, - Isu El Nino 2026 kembali mencuri perhatian publik.
Bahkan, istilah El Nino ‘Godzilla’ ramai dibicarakan karena dikaitkan dengan potensi perubahan iklim ekstrem di Indonesia. Lalu, seberapa besar ancamannya?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena El Nino memang dapat memicu musim kemarau lebih panjang dan kering.
Namun demikian, istilah “Godzilla” bukanlah kategori ilmiah resmi dalam kajian iklim.
Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari, menjelaskan bahwa klasifikasi El Nino secara ilmiah hanya terdiri dari lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat.
“Secara ilmiah, istilah El Nino ‘Godzilla’ tidak ada. Itu hanya istilah populer untuk menggambarkan intensitas yang sangat kuat, seperti yang pernah terjadi pada 1997 dan 2015,” jelasnya.Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.
Berdasarkan prediksi terbaru April 2026, peluang terjadinya El Nino sangat kuat memang relatif kecil, yakni di bawah 20 persen. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai.
Selain itu, BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Oleh karena itu, sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga potensi kebakaran hutan perlu mendapat perhatian serius.
Editor : Redaksi-1