Padang — Akses jalan rusak dan berlumpur tak menyurutkan langkah rombongan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat untuk menjangkau ratusan warga yang masih bertahan di posko darurat Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Dipimpin langsung Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumbar, Dr. Mukhlis, S.H., M.H, tim harus menembus rute licin dan terjal sebelum akhirnya tiba di dua lokasi pengungsian: Posko RT 01/RW 01 dan Posko RT 03 PLTA Batu Busuak.
Dalam kunjungan tersebut, Wakajati bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Sumbar menyerahkan sejumlah bantuan penting seperti kasur, selimut, air mineral, serta peralatan makan kepada para pengungsi.
115 KK Bertahan di Posko, Lima Rumah Hanyut
Bencana banjir yang menerjang kawasan Batu Busuk menyebabkan 115 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi. Puluhan rumah warga dilaporkan rusak berat, sementara lima rumah hanyut dibawa arus deras.
Meski situasi memprihatinkan, warga tetap berupaya bertahan di posko darurat dengan fasilitas seadanya.
Medan Berat Tak Halangi Aksi Kemanusiaan
Wakajati Mukhlis mengatakan, kondisi jalan yang berlumpur membuat perjalanan menjadi sangat menantang. Namun ia menegaskan bahwa bantuan harus sampai kepada masyarakat, apa pun medannya.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kami. Semoga bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi sekaligus menjadi dukungan moral bagi korban,” ujarnya.Ia menambahkan, setelah bencana, pengungsi sangat terbantu dengan adanya pasokan makanan, kasur, selimut, hingga perlengkapan makan.
Kejari Padang Terus Pantau Wilayah Terdampak
Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang, Eriyanto, yang turut mendampingi rombongan, menuturkan bahwa peninjauan wilayah dan penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan selama masa tanggap darurat.
“Tim intelijen bersama jajaran Kejari Padang akan terus memantau dan memastikan bantuan tersalurkan kepada masyarakat terdampak,” katanya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Kejaksaan untuk hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam misi kemanusiaan ketika bencana melanda.
Editor : Redaksi-1