Bupati Welly Ingatkan Transparansi Dana Nagari: Hindari Masalah Hukum

×

Bupati Welly Ingatkan Transparansi Dana Nagari: Hindari Masalah Hukum

Bagikan berita
Suasana kegiatan Bimtek Siskeudes yang diikuti wali nagari, perangkat nagari, dan verifikator kecamatan se-Kabupaten Pasaman. (Foto: Ist)
Suasana kegiatan Bimtek Siskeudes yang diikuti wali nagari, perangkat nagari, dan verifikator kecamatan se-Kabupaten Pasaman. (Foto: Ist)

Pasaman, - Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat tata kelola keuangan nagari agar berjalan transparan, akuntabel, dan mengikuti perkembangan teknologi informasi.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), yang berlangsung pada Rabu (27/6/2027).

Kegiatan ini diikuti sebanyak 124 peserta, terdiri dari unsur pemerintah nagari dan verifikator dari tingkat kecamatan.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas dan kemampuan aparatur nagari dalam mengelola keuangan daerah.

Peserta yang terlibat meliputi wali nagari, seluruh perangkat nagari, hingga tim verifikator kecamatan pihak-pihak yang memegang peran sangat krusial dalam siklus pengelolaan keuangan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan program, hingga proses pertanggungjawaban anggaran.

Saat membuka kegiatan tersebut, Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa pengelolaan dana nagari harus dilaksanakan secara profesional dan sepenuhnya berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, penerapan teknologi melalui aplikasi Siskeudes bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen utama untuk mewujudkan tata kelola yang bersih, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita sudah masuk era digital, tidak ada ruang lagi untuk tertinggal. Seluruh aparatur nagari wajib beradaptasi dengan kemajuan teknologi, karena standar tata kelola keuangan saat ini menuntut keterbukaan, kecepatan, dan akurasi yang tinggi. Jangan ada lagi alasan tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, karena hal itu justru akan menjadi penghambat utama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Bupati Welly.

Ia kembali mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikelola oleh pemerintah nagari adalah uang negara, yang penggunaannya harus dapat dijelaskan secara jelas dan terbuka kepada publik.

Oleh karena itu, seluruh jajaran aparatur diminta bekerja dengan cermat, teliti, dan penuh kehati-hatian agar terhindar dari kesalahan administrasi maupun penyimpangan yang berisiko menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini