Satgas PPRP Tinjau Infrastruktur Terdampak Bencana di Pasaman, Dorong Percepatan Rehab Rekon

×

Satgas PPRP Tinjau Infrastruktur Terdampak Bencana di Pasaman, Dorong Percepatan Rehab Rekon

Bagikan berita
Bupati Pasaman Welly Suhery menyambut baik kunjungan Satgas PPRP, menyatakan pendampingan menjadi penguat langkah pemulihan pascabencana hidrometeorologi 2025. (Foto: Ist)
Bupati Pasaman Welly Suhery menyambut baik kunjungan Satgas PPRP, menyatakan pendampingan menjadi penguat langkah pemulihan pascabencana hidrometeorologi 2025. (Foto: Ist)

“Kita akan mendorong agar apa yang menjadi kebutuhan di daerah ini bisa ditindaklanjuti di tingkat pusat. Dengan begitu, penanganan yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dapat segera mendapatkan solusi,” katanya.

Yopie juga meminta Pemkab Pasaman memperkuat koordinasi dan melengkapi seluruh administrasi yang berkaitan dengan kebutuhan penanganan. Termasuk proposal serta data pendukung untuk kebutuhan anggaran.

“Pemda tentu harus terus berkoordinasi mengenai apa saja yang dibutuhkan, baik dari sisi pendanaan maupun proposal. Semakin lengkap data dan usulannya, tentu akan semakin mudah untuk kita dorong tindak lanjutnya,” jelasnya.

Sebelum turun meninjau lokasi, Tim Satgas PPRP melakukan koordinasi bersama Pemkab Pasaman di Balerong Pusako Anak Nagari. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pasaman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, jajaran teknis, serta insan media.

Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan, kunjungan dan pendampingan Satgas PPRP penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 2025.

“Kehadiran Tim Satgas adalah penguat langkah. Arahan yang diberikan menjadi kompas, dan supervisi yang dilakukan menjadi ruang bagi kami untuk terus memperbaiki diri,” ujar Bupati Welly.

Ia memastikan Pemkab Pasaman terbuka terhadap proses monitoring, evaluasi, pendampingan maupun koreksi dari Tim Satgas PPRP. Seluruh perangkat daerah teknis juga diminta aktif mendampingi tim dan memastikan data serta dokumen yang diperlukan tersedia lengkap.

“Setiap kendala teknis maupun administratif agar segera dikoordinasikan. Kita ingin seluruh tahapan penanganan pascabencana berjalan terpadu dan tidak terhambat oleh persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui koordinasi,” tegasnya.

Bupati Welly mengatakan, proses rehab rekon tidak hanya menyangkut pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga pemulihan pelayanan publik dan kehidupan masyarakat terdampak.

“Yang sedang kita pulihkan bukan sekadar sarana yang rusak, tetapi kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan ketangguhan Pasaman untuk menatap masa depan,” ungkapnya.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini