Rupiah Tembus Rp18.000, Usulan MSCI dan Sentimen Risk-off Tekan Nilai Tukar

×

Rupiah Tembus Rp18.000, Usulan MSCI dan Sentimen Risk-off Tekan Nilai Tukar

Bagikan berita
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, - Nilai tukar rupiah melemah signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026), menyentuh posisi Rp18.000 per dolar AS atau turun 0,45% dibanding hari sebelumnya.

Sepanjang pekan ini, rupiah terkoreksi 0,7% secara point-to-point dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia setelah peso Filipina dan dong Vietnam.

Pelemahan ini didorong terutama sentimen dalam negeri, yaitu pengumuman MSCI yang membuka konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Rencana tersebut belum menjadi keputusan final, namun langsung memicu kekhawatiran investor terhadap aliran dana asing di pasar keuangan domestik.

Jika diterapkan, penyesuaian komposisi indeks berpotensi mengubah alokasi portofolio investor global dan mempercepat arus keluar modal, yang kemudian menambah tekanan terhadap rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan tekanan juga muncul dari meningkatnya sentimen menghindari risiko atau risk-off global yang mendorong permintaan terhadap dolar AS.

Arus keluar dana portofolio diperkirakan masih berlangsung, namun BI menegaskan terus hadir di pasar menjaga rupiah bergerak selaras dengan fundamental.

"Intervensi dilakukan konsisten melalui transaksi NDF di pasar luar negeri, spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder," ungkap Erwin.

Ia menambahkan pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas 0,28% secara quarter-to-date.

Ketahanan sektor eksternal tetap ditopang cadangan devisa sebesar US$146,3 miliar per akhir September 2026.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini