Setahun lalu, Veda sukses menembus posisi ke-10 dalam ajang FIM JuniorGP World Championship 2025 di salah satu sirkuit legendaris Negeri Matador tersebut.
Rekam jejak inilah yang menjadi modal berharga saat ia kembali ke lintasan yang sama dengan status pembalap penuh tim Moto3.
Dengan penguasaan tiga dari lima sirkuit sisa, Veda Ega Pratama memiliki kepercayaan diri yang berbeda dibandingkan pembalap lain yang mungkin baru pertama kali beradaptasi.
Ia tidak hanya datang untuk berkompetisi, melainkan kembali ke lintasan yang sudah mengenalnya dengan baik.
Penguasaan jalur, kenangan kemenangan, serta kenyamanan saat berkendara di Sepang, Lusail, dan Ricardo Tormo menjadi "kartu as" yang siap dimainkan.Sisa musim ini bukan sekadar tentang menyelesaikan balapan, melainkan membuktikan bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing di panggung tertinggi dengan bekal pengalaman yang matang. (***)
Editor : Editor