Bandung Barat, - Kasus keracunan makanan yang menimpa belasan siswa Sekolah Dasar Garuda, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, diduga kuat berakar pada praktik kebersihan dan sanitasi yang belum memenuhi standar, bukan pada kandungan bahan makanannya sendiri.
Hasil uji laboratorium atas sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan menunjukkan hasil negatif, baik secara mikrobiologi maupun toksikologi.
Kasus keracunan dilaporkan terjadi pada Selasa hingga Rabu, 29–30 September 2026, dengan 14 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing.
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat segera mengambil sampel makanan berupa nasi putih, chicken cordon bleu, kacang polong goreng, mix vegetables, dan buah kelengkeng untuk diuji di UPT Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
"Hasil laboratorium sudah keluar. Semua pemeriksaan menunjukkan hasil negatif, tidak terdeteksi bakteri Salmonella maupun zat kimia berbahaya seperti boraks atau formalin," jelas Ketua Satgas MBG Bandung Barat, Fauzan Azima.
Meski kandungan makanan aman, Fauzan menegaskan kemungkinan pemicu peristiwa ini adalah penerapan higiene sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum dijalankan secara ketat.Temuan di lokasi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan memperkuat dugaan tersebut.
Sejumlah fasilitas dinilai belum memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN), antara lain belum tersedianya gudang penampungan bahan terpisah, ruang persiapan makanan yang menyatu dengan ruang porsi besar, serta belum dipisahkannya jalur makanan bersih dan kotor kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi silang.
Persoalan lainnya, gudang penyimpanan bersih yang berada di bagian depan masih menyatu dengan garasi kendaraan.
"Kendaraan yang keluar-masuk berpotensi memancarkan gas karbon monoksida yang dapat mencemari lingkungan dapur," ungkap Fauzan.
Editor : Editor