Masing-masing 10 kilogram per bulan, sehingga dibagikan sekaligus sebanyak 30 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat, kata Zulkifli Hasan.
Pemerintah memastikan ketersediaan stok beras melalui Perum Bulog agar penyaluran dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan yang berfluktuasi.
Bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 namun belum menerima bantuan, diminta untuk berkoordinasi dengan kantor Bulog setempat agar dapat dipastikan keberadaannya dalam daftar penerima.
Selain bantuan beras gratis, pemerintah juga menyiapkan satu juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan untuk menjaga keterjangkauan harga beras di pasaran.
Di Sumatera Barat, beras SPHP dijual dengan harga 12.500 rupiah per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai 15.000 rupiah per kilogram.
Selisih harga tersebut ditanggung melalui subsidi pemerintah sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh pangan pokok dengan harga terjangkau.Pemerintah juga melakukan intervensi terhadap komoditas pangan lain. Bulog diminta melelang 150 ribu ton jagung dengan harga 5.500 rupiah per kilogram guna membantu menekan biaya pakan bagi peternak ayam petelur dan pedaging, terutama pelaku UMKM.
Selain itu, sebanyak 380 ribu ton beras yang telah tersimpan lebih dari satu tahun disiapkan untuk kebutuhan industri pangan, seperti pengrajin kue dan produsen bihun, dengan harga lelang 11.000 rupiah per kilogram.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Barat, Maruli Abraham Syah, melaporkan bahwa dari total alokasi untuk Sumatera Barat, sekitar 74.700 penerima berada di Kota Padang dengan alokasi 2.241 ton beras.
Editor : Editor