Padang - Iklim investasi di Kota Padang menunjukkan gairah yang signifikan di tengah tantangan ekonomi nasional. Hingga Oktober 2025, realisasi investasi di ibu kota Sumatera Barat ini telah menembus angka Rp 2,1 triliun, yang berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).
Kabar optimistis ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VI Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang, di Premier Basko Hotel, Senin (27/10/2025).
Fadly Amran, yang juga mantan Ketua HIPMI Kota Padang, menegaskan bahwa angka investasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Padang kini menjadi salah satu destinasi investasi utama di Indonesia.
“Itu berarti, semua mata tertuju ke Kota Padang. Banyak pihak yang melirik potensi kita saat ini,” ujar Fadly di hadapan puluhan pengusaha muda.
Menurutnya, tren positif ini bukan terjadi secara instan. Peningkatan investasi tersebut selaras dengan melonjaknya angka kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang kini mencapai belasan juta setiap tahunnya.
“Indikatornya jelas: okupansi hotel meningkat, perputaran ekonomi di masyarakat aktif, dan yang terpenting, kepercayaan investor tumbuh. Ini yang kita harapkan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.Wali Kota milenial ini tak menampik bahwa kondisi saat ini penuh tantangan, terutama dengan adanya pemotongan anggaran (refocusing) di berbagai lini, dari kementerian hingga pemerintah daerah.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa sendirian. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, menurutnya, adalah kunci utama untuk menghadapi situasi tersebut.
“Kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Saat anggaran dipotong di mana-mana, kuncinya adalah bagaimana kita meningkatkan struktur APBD kita, khususnya dari sisi PAD. Di sinilah peran pengusaha,” ucapnya.
Untuk mendukung iklim usaha, Fadly memaparkan komitmen Pemko Padang dalam mempermudah birokrasi perizinan. Melalui program "Padang Melayani", pemerintahannya terus memangkas jalur birokrasi yang rumit.
Editor : Redaksi-1