Festival ini adalah salah satu contoh kegiatan yang dapat kita adopsi di tempat-tempat lain, dimana ciri khas daerah bisa menjadi tawaran atraksi yang menarik untuk dinikmati wisatawan. Intinya, apapun bentuk seni dan kebudayaan yang ada di suatu tempat, bisa diangkat menjadi hal yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.
Sehingga, minat dan kunjungan wisata tersebut bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat melalui perputaran ekonomi sebagai multiplier effect dari aktivitas kepariwisataan yang berbasis budaya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agama Muhammad Lutfi AR mengatakan, festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk menanamkan semangat dan melestarikan budaya Minangkabau kepada generasi muda.
Acara ini diadakan untuk mendukung program kunjungan wisatawan serta meningkatkan aktivitas kebudayaan daerah Sumatera Barat pada tahun 2025 ini.
Festival tambua tansa kesenian anak nagari bukan sekadar perayaan seni dan tradisi, melainkan sebuah tonggak penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan warisan budaya Minangkabau.
"Kami ucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta, semoga yang terbaik keluar sebagai juara," ungkap Lutfi.
Kegiatan ini sesuai dengan visi Agam untuk melestarikan kebudayaan di daerah itu, apalagi Agam sangat kaya dengan seni, budaya, dan tradisi.Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Menurut Lutfi banyak kesenian dan kebudayaan daerah lain perlu difasilitasi secara bersama dalam skala besar dengan melibatkan peserta dari kabupaten dan kota di Sumbar
Acara Tambua Tansa 2025 ini dihadiri juga Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, jajaran Forkopimda Kabupaten Agam, Camat Matur, Kabupaten Agam beserta jajaran; Bundo Kanduang, Alim Ulama, Niniak Mamak, dan Cadiak Pandai.
(*)
Editor : Redaksi-1