“Kalibrasi arah kiblat ini bukan sekadar urusan teknis, tetapi bentuk pelayanan nyata kepada umat. Kita ingin memberi kepastian dan kenyamanan beribadah di mana pun mereka berada,” ujar Edison.
Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pariwisata Halal di Sumatera Barat.
“Ini bagian dari upaya membangun Sumatera Barat sebagai destinasi wisata ramah muslim yang sesungguhnya. Bukan hanya pada makanan halal, tapi juga pada fasilitas ibadah yang akurat dan terjamin,” tegas Edison, yang juga menjabat Kepala Bagian Tata Usaha ini.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kanwil Kemenag, bersama pemangku kepentingan terkait ingin memastikan setiap wisatawan yang berkunjung ke Ranah Minang dapat beribadah dengan tenang.
“Kita ingin setiap tamu yang datang, merasa yakin bahwa di mana pun ia salat, arah kiblatnya tepat, ibadahnya sah, dan hatinya tenang,” pungkas Edison.(*)
Editor : Redaksi-1