Tak hanya soal lumpur, PUPR juga mengintervensi kebutuhan dasar pengungsi. Bekerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Padang dan Balai BPPKS Kementerian PUPR, penyediaan akses air bersih dan sanitasi terus dikebut.
Hingga Minggu (30/11/2025) sore, tercatat sudah tersedia 26 unit hidran umum di 21 lokasi, dengan target pemasangan mencapai 58 titik. Dukungan sanitasi juga diberikan berupa empat unit WC portabel dan dua unit tangki septik (septic tank) yang dirakit di Pondok Pesantren MTI Batang Kabung.
"Kami bergerak siang dan malam. Harapan kita, aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepatnya," tegas Tri.
Sementara itu, proses inventarisasi kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan mulai dilakukan secara paralel pada Senin (1/12/2025). Tim teknis PUPR menyisir ruas-ruas jalan yang dilaporkan putus total.
Salah satu kerusakan paling ekstrem ditemukan di ruas Jalan Batang Kabung Ganting menuju Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah. Kepala Bidang Program dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Padang, Novianti, yang turun langsung ke lokasi menggambarkan kondisi yang memprihatinkan.
"Jalan di sini terputus dan badan jalan sudah menjadi sungai," kata Novianti.Novianti menyebutkan, pihaknya bergerak cepat melakukan inventarisasi kerusakan infrastruktur agar rencana rekonstruksi pascabencana dapat segera disusun. Selain jalan yang hilang tergerus air, sejumlah jembatan di Kecamatan Kuranji, Pauh, dan Koto Tangah juga dilaporkan putus atau mengalami kerusakan struktur yang membahayakan.
"Dari sini, masih ada beberapa titik lain yang akan kita inventarisasi," pungkasnya.
(*)
Editor : Redaksi-1