Pacu Mutu Literasi, Payakumbuh Targetkan 20 Perpustakaan Sekolah Terakreditasi pada 2026

×

Pacu Mutu Literasi, Payakumbuh Targetkan 20 Perpustakaan Sekolah Terakreditasi pada 2026

Bagikan berita
Pacu Mutu Literasi, Payakumbuh Targetkan 20 Perpustakaan Sekolah Terakreditasi pada 2026
Pacu Mutu Literasi, Payakumbuh Targetkan 20 Perpustakaan Sekolah Terakreditasi pada 2026

PAYAKUMBUH/12/05/2026 – Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi memulai langkah besar untuk membenahi kualitas literasi di sekolah-sekolah. Melalui kegiatan Sosialisasi & Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026, Pemko Payakumbuh menetapkan target ambisius untuk melahirkan minimal 20 perpustakaan sekolah terakreditasi baru di tahun ini.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (12-13 Mei 2026) di Aula Lantai III Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan pengelola perpustakaan mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK/MA se-Kota Payakumbuh.

Walikota Payakumbuh yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, mengungkapkan fakta bahwa saat ini kondisi akreditasi perpustakaan sekolah di Payakumbuh masih butuh perhatian serius. Dari 121 perpustakaan sekolah yang terdata di aplikasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas), tercatat baru 3 sekolah yang memiliki sertifikat akreditasi resmi, yakni: SMKN 2 Payakumbuh (Akreditasi B), SDN 21 Payakumbuh (Akreditasi C), dan SDN 49 Payakumbuh (Akreditasi C).

"Tahun ini kita harus bisa menambah minimal 20 perpustakaan sekolah yang terakreditasi. Ini bukan sekadar mengejar sertifikat, tapi ikhtiar memastikan warga sekolah mendapat layanan perpustakaan yang bermutu," tegas Nofriwandi saat membuka acara.

Dalam laporan Ketua Panitia Pelaksana, Erwan, disebutkan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai standar nasional perpustakaan. “Untuk mencapai akreditasi, sekolah harus memenuhi 6 komponen instrumen utama di antaranya Koleksi (ketersediaan dan keragaman buku bacaan), Sarana dan Prasarana (fasilitas fisik yang memadai), Pelayanan (kemudahan akses dan kualitas layanan bagi siswa), Tenaga Perpustakaan (kompetensi pengelola perpustakaan), Penyelenggaraan (struktur organisasi dan legalitas), Pengelolaan (sistem manajemen dan administrasi),” ungkap Erwan yang juga menjabat sebagai Kadis Perpustakaan dan Arsip Kota Payakumbuh.

Untuk mengupas tuntas teknis pemenuhan bukti fisik, panitia menghadirkan tim asesor perpustakaan, Rahma Fajria, S.Sos, M.A.P dan Muhammad Fadli, S.Sos, M.I.Kom, sebagai narasumber. Kegiatan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik 2026 ini merupakan bagian dari visi besar "Payakumbuh Maju Bermartabat". Pemerintah Kota berharap adanya dukungan penuh dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, serta Cabang Dinas Wilayah IV untuk mengawal proses ini.

"Segera bentuk tim kecil di sekolah dan mulai cicil bukti fisiknya dari sekarang," pesan Nofriwandi kepada para kepala sekolah.

Upaya percepatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang administrasi, namun mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) secara signifikan di Kota Payakumbuh.

Editor : Redaksi-1
Bagikan

Berita Terkait
Terkini