Namun, Nicholas menegaskan kondisi ini belum dapat dikategorikan sebagai krisis.
“Pasar bereaksi terhadap ketidakpastian dan faktor eksternal, bukan karena penurunan kinerja perusahaan atau keruntuhan ekonomi. Saat valuasi aset sudah menarik dan kondisi makro masih konstruktif, peluang investasi tetap terbuka,” ujarnya.
Sebagai langkah menghadapi situasi ini, ia menyarankan investor menerapkan strategi yang disiplin dan terdiversifikasi.
“Ini adalah fase penyesuaian, bukan krisis. Hindari keputusan berdasarkan kepanikan, namun tetap waspada terhadap risiko yang ada,” pungkasnya. *** Editor : Editor