idkabar.com, Padang - PT Nindya Karya menegaskan bahwa konstruksi bronjong di kawasan Sungai Batang Air Dingin, Lubuk Minturun, Kota Padang, yang menjadi sorotan publik bukanlah bangunan permanen, melainkan bagian dari penanganan tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi.
Pekerjaan ini bertujuan menahan gerusan sungai serta melindungi fasilitas umum dan permukiman warga dari kerusakan yang lebih parah.
Penegasan ini disampaikan melalui hak jawab atas pemberitaan terkait kondisi konstruksi di kawasan wisata Lubuk Minturun.
Project Manager PT Nindya Karya Mashudi Agung Wibowo menjelaskan, pekerjaan dilaksanakan pada akhir November 2025 sebagai langkah penyelamatan segera setelah terjadinya bencana.
"Sifat penanganan tanggap darurat berbeda dengan pembangunan infrastruktur jangka panjang. Konstruksi ini didesain sementara untuk menahan gerusan awal dan mencegah dampak yang lebih luas, bukan sebagai bangunan permanen," ujar Mashudi.
Terkait laporan adanya penurunan atau pergeseran batu pada bronjong, pihaknya menyatakan hal tersebut murni dipengaruhi faktor alam.Tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan debit dan kecepatan arus sungai, sehingga terjadi penggerusan dasar sungai (scouring) yang memengaruhi posisi material.
"Kondisi ini sepenuhnya dampak dari kekuatan arus alami, bukan kesalahan spesifikasi atau pelaksanaan," tambahnya.
PT Nindya Karya juga memastikan seluruh material yang digunakan telah melalui pengujian ketat dan memenuhi standar teknis yang ditetapkan pengawas lapangan serta instansi terkait sebelum dipasang.
Saat ini tim teknis masih melakukan survei dan evaluasi menyeluruh di titik-titik terdampak.
Editor : Editor