Pasaman, - Bupati Pasaman Welly Suhery resmi mengukuhkan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Kabupaten Pasaman.
Langkah ini merupakan upaya strategis mempercepat pelaksanaan Program Unggulan (Progul) di sektor pertanian, khususnya layanan bajak sawah gratis bagi petani.
Pengukuhan berlangsung saat apel organik ASN di Halaman Kantor Bupati Pasaman, Senin (6/7/2026), dihadiri Wakil Bupati Parulian, Sekda Yudesri, serta jajaran pimpinan OPD, camat, wali nagari, dan aparatur sipil negara.
Inisiatif ini selaras dengan visi Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan, dengan menjadikan sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Berdasarkan data PDRB, sektor pertanian menyumbang 46,18 persen ekonomi daerah dan menampung 55,5 persen tenaga kerja Pasaman.
“Ini tanggung jawab besar kita untuk meningkatkan produksi, produktivitas, dan kesejahteraan petani,” ujar Bupati Welly.Sebagai salah satu lumbung pangan Sumatera Barat, Pasaman juga memasok kebutuhan beras ke Riau dan Sumatera Utara.
Dengan lahan sawah seluas 16.166 hektare, produksi Gabah Kering Giling dua tahun terakhir menembus lebih dari 130 ribu ton, dengan rata-rata produktivitas 4,4 ton per hektare bahkan mencapai 9 ton di lokasi unggulan.
Namun, tingginya biaya pengolahan lahan (30–35 persen dari total biaya produksi), keterbatasan alat, irigasi, permodalan, dan pemasaran masih menjadi tantangan utama.
Untuk menjawab hal itu, Pemkab Pasaman menghadirkan Program Unggulan Bajak Sawah Gratis.
Editor : Editor