Bupati Welly Suhery Kukuhkan 62 Guru Tahfiz di Pasaman, Perkuat Pendidikan Karakter Al-Qur'an

×

Bupati Welly Suhery Kukuhkan 62 Guru Tahfiz di Pasaman, Perkuat Pendidikan Karakter Al-Qur'an

Bagikan berita
Bupati Pasaman Welly Suhery saat mengukuhkan 62 Guru Tahfiz terpilih di Aula Kantor Bupati Pasaman, Selasa (14/7/2026). (Foto: Ist)
Bupati Pasaman Welly Suhery saat mengukuhkan 62 Guru Tahfiz terpilih di Aula Kantor Bupati Pasaman, Selasa (14/7/2026). (Foto: Ist)

Proses seleksi Guru Tahfiz dilaksanakan pada 23–24 Juni 2026, diikuti 115 peserta sementara 28 peserta lainnya tidak hadir karena berbagai alasan.

Penilaian dilakukan oleh enam tenaga profesional yang dibagi menjadi dua tim, dipimpin Koordinator Tim Seleksi Rizal, S.Ag., bersama Andi, Saidun, S.Ag., Abdul Munir, Deni Fadli, dan anggota tim lainnya.

Aspek penilaian meliputi kemampuan tahfiz dan tahsin Al-Qur'an, keterampilan mengajar dan penguasaan kelas, serta komitmen dan kepribadian calon guru.

Berdasarkan rapat penetapan hasil pada 9 Juli 2026, ditetapkan sebanyak 62 peserta lulus dan akan ditempatkan di 62 nagari yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman.

Selain seleksi, Dinas Pendidikan juga telah menyusun Petunjuk Pelaksanaan Program Tahfiz Tahun 2026 bersama tenaga profesional.

Dokumen ini memuat visi misi, kurikulum, serta metode pembelajaran terarah: jenjang Sekolah Dasar (SD) ditargetkan menghafal satu juz Al-Qur'an, sedangkan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diarahkan melanjutkan hafalan ke juz berikutnya.

Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa pengukuhan Guru Tahfiz adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah membangun generasi beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur'an.

"Momentum ini menjadi bagian penting dari ikhtiar bersama melahirkan generasi Pasaman yang berkarakter kuat berlandaskan nilai Islam," kata Welly.

Ia menjelaskan visi "Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan" sengaja menempatkan kata "berkarakter" di urutan paling depan sebagai landasan utama pembangunan daerah.

"'Berkarakter' kami letakkan di depan karena kami meyakini kemajuan fisik maupun pertumbuhan ekonomi hanya membawa keberkahan jika ditopang keimanan, akhlak, dan moral masyarakat," tegasnya.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini