Pasaman, - Potensi gempa bumi, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung mendorong satuan pendidikan di Kabupaten Pasaman memperkuat kesiapan menghadapi bencana.
Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), guru dan tenaga kependidikan dibekali kemampuan mitigasi, evakuasi, hingga penanganan darurat di lingkungan sekolah.
Pelatihan berlangsung selama sembilan hari mulai 21 September 2026, dibiayai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman.
Bupati Pasaman Welly Suhery sangat mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan program ini.
Menurutnya, SPAB menjadi sarana mitigasi dini dengan menanamkan pemahaman kebencanaan sejak dini di lingkungan pendidikan.
“Pasaman termasuk daerah rawan bencana, meliputi gempa, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, hingga tanah bergerak. Untuk itu, kegiatan ini sangat diperlukan,” ujar Bupati Welly.Peserta pelatihan terdiri dari perwakilan guru berbagai jenjang: 1 kelas TK, 8 kelas SD, 3 kelas SMP, 1 kelas SMA, 1 kelas SMK, dan 1 kelas PKBM.
Mereka nantinya menjadi penggerak kesiapsiagaan di sekolah masing-masing agar pengetahuan menyebar ke seluruh warga sekolah.
Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Desrianti, menjelaskan narasumber pelatihan adalah guru-guru yang telah mengikuti Pelatihan Pelatih (ToT) bersama Kementerian Pendidikan di Padang tiga minggu sebelumnya.
“Mereka yang telah lulus menjadi narasumber untuk melatih rekan-rekan guru di daerah. SPAB ini menjadikan satuan pendidikan dan tenaga pendidik sebagai garda terdepan kesiapsiagaan,” kata Desrianti.
Editor : Editor