Pasaman, - Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar, menegaskan pentingnya menjaga adat dan budaya daerah sebagai jati diri masyarakat.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Festival 10 Induk di Terminal Benteng, Tanjung Baringin, Kabupaten Pasaman, Senin (12/10/2026).
Kegiatan kebudayaan ini didukung melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) Donizar, sebagai wujud nyata perhatian wakil rakyat terhadap pelestarian warisan leluhur.
Bagi Donizar, adat dan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan cermin karakter masyarakat yang harus tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.
"Tradisi dan kebudayaan daerah merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus dijaga bersama. Kegiatan seperti ini perlu terus didukung agar generasi muda mengenal dan menghargai warisan budaya daerahnya," ujar Donizar.
Keberlangsungan tradisi tidak bisa berjalan sendiri; ia bergantung pada kepedulian seluruh elemen masyarakat pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, hingga komunitas lokal.Semua perlu mengambil peran agar nilai-nilai luhur tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Festival 10 Induk menjadi ruang istimewa yang menjembatani antar generasi, warga dapat mengenali kembali akar budayanya, mempererat hubungan sosial, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Pasaman kepada khalayak yang lebih luas.
Lebih dari sekadar acara seremonial, festival berbasis budaya lokal juga menyimpan potensi ekonomi yang nyata.
Kehadiran pengunjung membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan UMKM untuk menawarkan produk serta jasa mereka.
Editor : Editor