Jawa Barat, - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap mencetak calon tenaga kerja internasional yang kompeten melalui program pelatihan bahasa asing sepenuhnya cuma-cuma.
Gebrakan yang diinisiasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ini direncanakan mulai berjalan pada November 2026.
Warga akan dibekali kemampuan dalam empat bahasa negara tujuan favorit pekerja migran: Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.
Setiap camat diinstruksikan memilih empat desa di wilayahnya sebagai pusat pelatihan agar program menjangkau langsung masyarakat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, menjelaskan langkah ini merupakan perlindungan preventif.
Penguasaan bahasa dinilai sebagai kunci utama agar warga desa yang bekerja ke luar negeri tidak terjebak masalah."Penyiapan SDM ini sangat krusial, mengingat mayoritas pekerja migran kita berasal dari desa. Banyak terkena masalah di luar negeri hanya karena kendala bahasa dan ketidaktahuan prosedur," ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Pelatihan berlangsung selama enam bulan dengan sistem "jemput bola" dilaksanakan langsung di balai desa, sehingga warga tak perlu ke kota.
Setiap desa terpilih mendapat kuota bagi puluhan warganya.
Pengajar berasal dari guru-guru SMA dan SMK di wilayah tersebut serta instruktur mandiri yang mumpuni.
Editor : Editor