Padang, - Suasana penuh semangat tengah menyelimuti para alumni Universitas Andalas (Unand). Mereka bersiap menyelenggarakan Kongres VII DPP IKA Unand dengan mengusung tema besar “Sinergi Alumni: Unand Berdampak untuk Indonesia Maju.”
Acara ini akan berlangsung meriah di Hotel ZHM Padang, pada Sabtu, 15 November 2025, dan akan dibuka langsung oleh Rektor Unand, Prof. Efa Yonnedi, PhD. Kongres empat tahunan ini menjadi momen penting bagi ribuan alumni Unand dari berbagai daerah untuk memperkuat silaturahmi dan menyatukan visi besar: memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Ketua Pelaksana Kongres VII IKA Unand, dr. Muhammad Riendra, menjelaskan bahwa seluruh panitia telah mulai bergerak cepat. Mereka tengah menyiapkan seluruh aspek teknis pelaksanaan, mulai dari perizinan, undangan, hingga koordinasi dengan Dewan Pembina dan pemilik hak suara kongres.
“Seiring kepastian pelaksanaan Kongres VII IKA Unand ini, kami segera berkoordinasi dengan berbagai pihak. Panitia bekerja maksimal agar kongres berjalan sukses dan memberikan hasil yang berdampak untuk Indonesia,” ujar dr. Riendra penuh semangat.
Usai rapat panitia lengkap di Padang, Rabu (22/10/2025), Riendra menambahkan bahwa komunikasi dengan seluruh elemen alumni berjalan lancar. Ia mengapresiasi antusiasme para alumni senior yang tetap aktif memberikan dukungan dan masukan berharga.
Kongres VII IKA Unand tidak hanya menjadi ajang demokrasi alumni, tetapi juga wadah intelektual melalui Dialog Kebangsaan. Acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang merupakan alumni Unand, seperti Dr. Gamawan Fauzi, Prof. Fasli Jalal, Prof. Musliar Kasim, dan Imelda Sari.Sekretaris Panitia Pengarah, Hary Efendi Iskandar, menegaskan bahwa tema kongres menggambarkan komitmen nyata alumni Unand untuk berkontribusi bagi bangsa.
“Sebagai alumni salah satu universitas tertua di luar Pulau Jawa, kita tidak ingin berdiam diri. Kongres ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah, agar Unand terus berdampak bagi kemajuan Indonesia,” tegas Hary Efendi, aktivis 1998 yang kini aktif di berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan.
Menurut Hary, Dialog Kebangsaan ini akan menjadi pusat perhatian publik. Selain membahas isu kebangsaan terkini, forum tersebut juga diharapkan melahirkan ide-ide konstruktif untuk pembangunan berkelanjutan, pendidikan berkualitas, serta penguatan ekonomi daerah dan nasional.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kongres, Muhammad Shadiq Pasadigoe, menyambut baik kepastian pelaksanaan kongres tersebut. Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat I itu menilai bahwa Kongres VII IKA Unand bukan hanya sekadar agenda organisasi, melainkan ajang menjaga marwah alumni dan almamater Unand.
Editor : Redaksi-1