Mentawai – Sejumlah dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Sanggar Pasigeugeu Puro 2, Siberut, Kepulauan Mentawai, pada 7–19 Juli 2025. Kegiatan ini mengusung tema Internasionalisasi Budaya Mentawai dengan tujuan memperkenalkan dan mempromosikan budaya Mentawai ke tingkat global.
Program ini dipimpin oleh Sari Fitria, S.S., M.A., dan melibatkan anggota tim Ainul Addinna, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Kegiatan PkM ini juga berkolaborasi lintas disiplin ilmu dengan keikutsertaan Muhammad Ismail, S.Pd., M.Sc. dari bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) serta Yuri Christiani, M.Pd. dari Departemen Seni Rupa. Sejumlah mahasiswa UNP turut dilibatkan untuk menambah pengalaman akademik dan pengabdian di lapangan.
Beragam kegiatan dilakukan selama program berlangsung, mulai dari workshop bahasa Inggris untuk pariwisata dan budaya, pelatihan pemetaan pariwisata berbasis SIG, hingga praktik fotografi dan videografi. Melalui kegiatan ini, anggota Sanggar Pasigeugeu dibekali kemampuan berbahasa Inggris agar mampu berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara serta mempromosikan budaya Mentawai secara langsung.
Selain itu, pelatihan pemetaan pariwisata di Siberut diharapkan dapat membantu masyarakat setempat mengidentifikasi potensi wisata baru di daerah mereka. Sementara pelatihan fotografi dan videografi mendorong anggota sanggar untuk aktif membuat konten budaya di media sosial.
“Dengan berbagai kegiatan ini, diharapkan anggota Sanggar Pasigeugeu bisa membuat konten budaya di media sosial sebagai bentuk promosi budaya Mentawai,” ujar Sari Fitria.
Program ini mendapat sambutan hangat dari Ketua Sanggar Pasigeugeu, Darius Salaluni, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim UNP.“Kami memang sangat membutuhkan kegiatan seperti ini untuk membantu kami mempromosikan dan melestarikan budaya Mentawai,” katanya.
Para anggota sanggar turut menyampaikan rasa terima kasih atas pengetahuan dan keterampilan yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen UNP dalam mendukung pelestarian serta internasionalisasi budaya lokal Indonesia.
(*)
Editor : Redaksi-1