JAKARTA,- Ribuan perantau Minangkabau memadati Gedung Nusantara V DPR/MPR RI, Senayan, Sabtu pagi. Momentum pelantikan Pengurus DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Pusat periode 2026–2031 berubah menjadi lautan budaya Minang yang hidup, hangat, dan penuh energi.
Sejak pagi, suasana langsung berdenyut. Alunan Gandang Tasa menggema dan “menghidupkan” ruang parlemen. Dentuman ritmis itu seolah memindahkan atmosfer Sumatera Barat ke jantung ibu kota. Selain itu, barisan bundo kanduang dengan busana adat turut menyambut tamu, menghadirkan nuansa tradisi yang kental dan autentik.
Tidak hanya itu, ribuan pengurus IKM dan perantau dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam agenda bertajuk Alek Rang Minang. Mereka datang dengan satu tujuan, yakni memperkuat silaturahmi sekaligus menegaskan peran strategis perantau Minang di tingkat nasional.
Sementara itu, sejumlah tokoh penting terlihat silih berganti memasuki lokasi acara. Di antaranya Raffi Ahmad, Donny Oskaria, Yassierli, Gatot, Fadly Amran, hingga Mahyeldi Ansharullah.
Di tengah keramaian, Andre Rosiade selaku Ketua DPP IKM sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tampak aktif menyambut para tamu. Ia didampingi Sekjen IKM Braditi Maulevey dan jajaran pengurus lainnya. Kehadirannya menjadi magnet sekaligus simbol kuatnya jejaring perantau Minang.
Lebih lanjut, suasana keakraban terasa begitu kental. Para perantau saling berjabat tangan, berbagi cerita, dan melepas rindu kampung halaman. Bahasa Minang pun mengalun di setiap sudut gedung, menciptakan harmoni yang hangat dan penuh nostalgia.Tidak sedikit yang mengaku seperti “pulang kampung” meski berada di Jakarta. Pertemuan ini menjadi ruang emosional yang menyatukan kembali kenangan masa lalu dengan realitas kehidupan di rantau.
Presiden Komunitas Minang Rantau (Komintau), Harris Hidayat Dt Batuah, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelantikan tersebut. Menurutnya, acara ini mencerminkan kekuatan dan kontribusi nyata masyarakat Minang di berbagai sektor nasional.
“Pelantikan di gedung parlemen ini menjadi bukti bahwa perantau Minang memiliki posisi strategis. Kami bangga bisa hadir dan berkontribusi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi perantau. Komintau, lanjutnya, siap bersinergi dengan IKM untuk memberikan dampak nyata, baik bagi masyarakat di rantau maupun di kampung halaman.
Editor : Redaksi-1