Vasko juga menilai, pencak silat harus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia.
“Silat harus menembus batas tradisi dan menjadi bagian dari percakapan dunia. Kita ingin silek Minang menjadi soft power Ranah Minang yang diperhitungkan di kancah internasional,” ujarnya
Menurutnya, Sumatera Barat adalah tanah kelahiran pencak silat yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengembangkannya.
“Sumatera Barat adalah tanah kelahiran pencak silat. Mari gaungkan kembali nama silat Ranah Minang di Indonesia bahkan dunia,” ucapnya.
Cita-cita silat Sumbar mendunia kini bukan lagi mimpi. Ini adalah kenyataan yang lahir dari kerja keras, keyakinan, dan cinta pada tanah sendiri.
Komitmen Vasko Ruseimy menunjukkan bahwa pengembangan pencak silat di Sumatera Barat tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga semata, tetapi juga sebagai pembinaan karakter, pelestarian budaya, dan diplomasi olahraga ke tingkat internasional.(*)
Editor : Redaksi-1