Dalam aksi itu, masa aksi menuntut agar PT Semen Padang bertanggung jawab atas kerusakan jalan dan polusi akibat mobilitas truk angkutan semen yang tak terkendali.
Mereka juga meminta pemerintah daerah dan Dinas terkait untuk turun tangan melakukan audit independen terhadap kapasitas tonase kendaraan perusahaan.
“Jangan biarkan perusahaan sebesar ini kebal hukum hanya karena punya nama besar! Rakyat butuh keadilan, bukan janji manis!” tegas Edo.
Massa Lentera Institute juga mendesak agar PT Semen Padang membuka data publik terkait volume kendaraan, rencana perbaikan jalan, hingga kontribusi riil CSR perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Sudah saatnya masyarakat ikut duduk dalam forum CSR, bukan sekadar jadi penonton. Jangan jadikan tanggung jawab sosial sebagai pencitraan tahunan. Ini soal moral, soal komitmen terhadap nagari yang sudah memberi tanah dan udara untuk mereka beroperasi,” jelasnya menyampaikan tuntutan massa aksi.(*)
Editor : Redaksi-1