“Semoga pertemuan ini melahirkan inspirasi bagi Sumbar, Indonesia, dan dunia Islam,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menekankan besarnya potensi wakaf Indonesia yang mencapai Rp2.000 triliun per tahun, namun baru sekitar Rp3,5 triliun yang dapat dioptimalkan.
“Kerja sama internasional membuka peluang besar untuk penguatan wakaf nasional,” jelasnya.
Pakar wakaf dari Mesir, Dr. Moustafa Desouky Kasba, juga menyampaikan bahwa Sumbar memiliki potensi besar untuk mengembangkan wakaf secara modern. Ia menawarkan pembelajaran dari pengalaman negara-negara Arab, termasuk model Al Azhar.
“Wakaf adalah kekuatan sosial dan ekonomi jangka panjang. Kami siap berbagi pengalaman untuk pengelolaan yang aman, produktif, dan sesuai syariah,” katanya. (Dodo)PasamanGoGlobal,
WakafUntukPeradaban,
WakafProduktifPasaman,
KonferensiWakafInternasional2025,
PasamanBergerak,
EkonomiUmatBangkit,