Sebagai anggota DPR dari Dapil Sumbar 1, Alex mengaku telah berkoordinasi intensif dengan sejumlah mitra kerja di Komisi IV.
Selain itu, koordinasi ini melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bulog, Bapanas, dan Kementerian Kehutanan untuk memastikan logistik kemanusiaan dan bantuan sektor terdampak dapat segera disalurkan.
"Komunikasi kami dengan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, telah didapatkan komitmen kesediaan memberikan bantuan bibit untuk petani kita yang terdampak banjir dan longsor," jelas Alex.
Agar bantuan bencana ini sesuai kebutuhan, data yang akurat dari pemerintah daerah mutlak diperlukan. Penting untuk dicatat, assessment yang komprehensif juga menjadi syarat utama bagi lembaga-lembaga yang ingin memberikan donasi korban banjir atau program investasi pemulihan bencana.
Bencana yang dipicu oleh hujan intensitas sedang hingga lebat pada 22-27 November 2025 lalu telah menyebabkan dampak yang signifikan.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 28 November 2025 menunjukkan bahwa sebanyak 69.293 orang mengungsi dan 45.733 orang lainnya terdampak.
Lebih tragis lagi, 23 orang dilaporkan meninggal dunia dan 12 lainnya hilang. Data ini menjadi dasar penting bagi konsultan manajemen bencana dalam merumuskan strategi jangka panjang.Alex juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah gerak cepat menyediakan funding untuk korban bencana di masa tanggap darurat.
Selanjutnya, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua elemen masyarakat seperti TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, Ormas, OKP, dan relawan yang telah terlibat aktif.
Upaya kolektif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari penanganan darurat bencana yang komprehensif.
Editor : Redaksi-1