Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. Kepastian itu disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar 27 November lalu dan dirilis kepada publik pada Kamis (11/12/2025).
Di level global, ekonomi masih berada di jalur stabil meski beberapa indikator menunjukkan moderasi. Sementara di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid dengan naiknya kinerja manufaktur dan aktivitas ekonomi yang bergerak positif.
Namun OJK menilai sejumlah sektor memerlukan perhatian tambahan, terutama konsumsi rumah tangga yang masih tertahan seiring melandainya inflasi inti dan penjualan ritel.
IHSG Cetak Rekor Baru, Investor Asing Balik Masuk
Salah satu sorotan utama OJK adalah kinerja pasar modal Indonesia yang kembali menorehkan capaian bersejarah.
IHSG ditutup di level 8.508,71, naik 4,22% secara bulanan dan 20,18% sepanjang tahun. Bahkan indeks ini kembali menembus All-Time High 8.602,13 pada 26 November 2025.
Likuiditas pasar saham bahkan mencapai rekor baru dengan rata-rata transaksi harian tembus Rp23,14 triliun.
Perbankan Stabil, Kredit Mulai Mengalir
Dari sisi perbankan, intermediasi terus membaik.
Kredit tumbuh 7,36% yoy, didorong oleh pembiayaan investasi yang melesat 15,72%. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh tinggi di 11,48% yoy, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap kuat terhadap industri perbankan.
Kualitas kredit terpantau terjaga dengan NPL gross stabil di posisi 2,25%.
Editor : Redaksi-1