PAYAKUMBUH – Semangat untuk memajukan kualitas pendidikan di Kota Payakumbuh terbukti tidak surut meski dihadapkan pada tantangan alam. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Payakumbuh akhirnya resmi menutup rangkaian In Service Learning 2 Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Batch 1 di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Payakumbuh, Senin (16/12/2025).
Penutupan ini menandai tuntasnya seluruh gelombang pelatihan tahun ini dengan catatan yang cukup emosional. Sebagai informasi, pelaksanaan tahap kedua (In-2) untuk Batch 1 ini sempat tertunda akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Situasi darurat tersebut memaksa perubahan jadwal, di mana Batch 2 dan Batch 3 justru rampung lebih awal, masing-masing pada 5-8 Desember dan 9-12 Desember.
"Kendati pelaksanaannya menjadi yang paling akhir karena faktor alam, energi dari 86 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah se-Kota Payakumbuh ini justru sangat luar biasa. Didampingi 7 fasilitator, mereka membuktikan komitmen tinggi untuk menuntaskan program hingga akhir," ungkap panitia pelaksana di lokasi acara.
Cetak 165 Pendidik Praktisi Deep Learning
Acara penutupan yang dikemas melalui Talkshow dan Showcase (Pameran Karya) ini menjadi panggung pembuktian inovasi para guru. Kepala Seksi Pendidikan Dasar (Kasi Dikdas) Disdik Payakumbuh sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Nikmat Elva, melaporkan akumulasi capaian program yang signifikan.
"Alhamdulillah, gabungan Batch 1 dan Batch 3 Pembelajaran Mendalam di Kota Payakumbuh kini telah melahirkan total 165 guru dan kepala sekolah yang siap melakukan transformasi di satuan pendidikan masing-masing," papar Nikmat Elva.
Dalam sambutannya, Nikmat memberikan penekanan khusus agar euforia pelatihan tidak berhenti sebatas seremonial. Ia mengingatkan para alumni untuk menjaga konsistensi penerapan ilmu di sekolah."Semoga pelatihan ini membawa dampak nyata dan besar bagi perkembangan dunia pendidikan di Kota Payakumbuh ke depannya. Ingat, perubahan ini jangan hanya menjadi musim sementara," tegasnya.
Filosofi Memuliakan Siswa
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, S.Pd., M.SE., kembali menggarisbawahi esensi utama dari metode Deep Learning. Menurutnya, guru modern dituntut untuk lebih kreatif dalam menerjemahkan kurikulum menjadi pengalaman belajar yang hidup.
"Kunci utamanya adalah konsep memuliakan siswa. Guru harus mampu menyelenggarakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Kita ingin siswa merasa bahagia dalam belajar, sehingga ilmu yang diserap benar-benar mendalam," ujar Nalfira dalam arahannya.
Apresiasi dan Pameran Karya
Rangkaian penutupan yang dipandu MC Mela Asih, S.Pd., berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Mars Payakumbuh Raya yang dipimpin oleh Mona, S.Pd. Apresiasi juga datang dari perwakilan Balai Guru Tamansiswa dan Kependidikan (BGTK) Sumatera Barat, Ihsan Maulana, M.Pd., yang hadir meninjau langsung hasil karya peserta.
Editor : id Kabar