idkabar.com – Pemerintah Kabupaten Pasaman telah merealisasikan pembangunan dan renovasi 944 rumah warga kurang mampu melalui Program Rumah Layak Huni (RLH) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kawasan permukiman tidak layak huni.
Program yang menjadi salah satu unggulan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian periode 2025–2030 itu terus menjangkau masyarakat hingga ke pelosok nagari meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pasaman, sejak diluncurkan pada Mei 2025, program tersebut telah membangun 741 unit rumah baru serta merenovasi 203 unit rumah warga.
Pada 2026, program kembali dilanjutkan melalui pembangunan 20 unit rumah baru dan renovasi 53 unit rumah lainnya.
Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan fondasi untuk membangun masa depan keluarga yang lebih baik.
"Pemerintah harus hadir untuk rakyat kecil. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi tempat membangun kehidupan yang lebih baik," ujar Welly Suhery saat meninjau salah satu rumah penerima bantuan.Menurutnya, Program Rumah Layak Huni menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat miskin memperoleh hunian yang aman, sehat, dan layak.
Di berbagai nagari, masih banyak warga yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah berdinding bambu, beratap bocor, bahkan nyaris roboh sehingga membahayakan keselamatan penghuninya.
Melalui program tersebut, rumah-rumah warga secara bertahap diperbaiki dengan melibatkan semangat gotong royong masyarakat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman, Hasrizal, didampingi Ketua Baznas Pasaman Asnil M, menjelaskan Program Rumah Layak Huni merupakan bagian dari Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Pasaman Tahun 2025–2030.
Editor : Redaksi-1