idkabar.com – Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi PKB, Donizar, menyoroti masih tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di berbagai daerah dan meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat upaya perlindungan anak.
Pernyataan tersebut disampaikan Donizar saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang membahas pencegahan kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, kekerasan terhadap anak tidak hanya berupa kekerasan fisik dan seksual, tetapi juga mencakup kekerasan verbal maupun nonverbal yang kerap tidak disadari.
"Ucapan yang merendahkan, menghina, mengintimidasi, hingga tindakan yang membuat anak merasa takut atau tertekan merupakan bentuk kekerasan yang dapat berdampak panjang terhadap tumbuh kembang anak," kata Donizar.
Ia menilai perkembangan teknologi digital dan media sosial turut menjadi tantangan baru dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.
Karena itu, Donizar meminta pengawasan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar diperkuat agar anak memperoleh perlindungan secara menyeluruh."Kekerasan terhadap anak adalah tantangan yang harus kita antisipasi bersama sehingga tidak bisa hanya dibebankan kepada guru atau sekolah karena orang tua, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen harus bergerak bersama," ujarnya.
Donizar juga menekankan pentingnya pendidikan karakter serta penguatan nilai-nilai agama sejak usia dini sebagai benteng dalam membentuk kepribadian anak.
Menurutnya, Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moral sekaligus membangun keberanian anak untuk melaporkan apabila mengalami tindakan yang tidak semestinya.
Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat program perlindungan anak melalui edukasi dan sosialisasi yang lebih masif mengenai pencegahan kekerasan seksual serta mekanisme pelaporan.
Editor : Redaksi-1