Wapada El Nino, Pemprov Sumbar Gelar Apel Siaga Pengendalian Karhutla

×

Wapada El Nino, Pemprov Sumbar Gelar Apel Siaga Pengendalian Karhutla

Bagikan berita
Demo Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Pasia Laweh, Kabupaten Agam, Kamis (21/5/2026). (Foto: Ist)
Demo Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Pasia Laweh, Kabupaten Agam, Kamis (21/5/2026). (Foto: Ist)

Agam, - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Pasia Laweh, Kabupaten Agam, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini.

Apel siaga dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Ferdinal Asmin.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Ferdinal Asmin, disampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman serius yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian, hingga citra daerah. Menurutnya, mayoritas kejadian karhutla masih dipicu oleh aktivitas manusia, mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar hingga kelalaian masyarakat.

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi, koordinasi, dan komitmen bersama dari seluruh pihak agar ancaman kebakaran dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.

Hadir dalam apel siaga tersebut unsur Forkopimda Sumbar, jajaran pemerintah kabupaten dan kota, TNI-Polri, instansi vertikal, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga elemen masyarakat peduli api.

Dalam sambutannya juga diungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun 2025, tercatat lebih dari 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Barat dengan luas area terdampak mencapai lebih dari 1.450 hektare. Bahkan, sejumlah daerah seperti Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Lima Puluh Kota sempat menetapkan status tanggap darurat karhutla akibat meningkatnya titik panas dan kejadian kebakaran yang cukup signifikan.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi BMKG terkait musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Selain itu, adanya indikasi peralihan menuju fenomena El Nino juga dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu, seluruh pihak diminta memperkuat langkah-langkah pencegahan, mulai dari deteksi dini titik panas, patroli terpadu, edukasi masyarakat, kesiapsiagaan personel dan peralatan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengajak seluruh elemen masyarakat, seperti niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta masyarakat peduli api untuk ikut aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Editor : Redaksi-1
Bagikan

Berita Terkait
Terkini