idkabar.com, Bontang - PT Pupuk Kaltim, bagian dari PT Pupuk Indonesia (Persero), terus menjamin pemenuhan kebutuhan pupuk nasional sebagai penopang utama ketahanan pangan.
Hingga akhir Semester I 2026, perusahaan berhasil merealisasikan total produksi sebesar 3,44 juta ton, atau setara 52,32% dari target keseluruhan tahun 2026.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menjelaskan capaian per 30 Juni 2026 terdiri dari 1,85 juta ton Urea, 165 ribu ton NPK, dan 1,42 juta ton Amonia.
Angka ini menegaskan konsistensi perusahaan menjaga keandalan operasional demi ketersediaan pasokan bagi sektor pertanian.
“Kami terus memaksimalkan kinerja agar kebutuhan pupuk nasional terpenuhi tepat waktu dan tepat jumlah. Semua upaya ini bermuara pada satu tujuan: petani mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Rafli, Rabu (15/7/2026).
Dengan kapasitas terpasang tahun ini sebesar 3,43 juta ton Urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton Amonia, Pupuk Kaltim optimis mempertahankan tren positif hingga akhir tahun.Keyakinan ini didukung capaian tahun 2025 yang berhasil membukukan produksi 6,67 juta ton, melampaui target yang ditetapkan.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari penerapan Operational Excellence di seluruh lini, didukung inovasi teknologi berbasis Smart Production, peningkatan kompetensi SDM, serta penguatan budaya keselamatan kerja.
Perusahaan juga menyelaraskan pertumbuhan produksi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mencakup efisiensi energi, pengurangan emisi, dan tata kelola yang baik.
Salah satu bukti nyata adalah selesainya proyek strategis Revamping Amonia Pabrik-2 pada awal 2026.
Editor : Editor