Langkah ini menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBTU per ton Amonia atau lebih dari 10%, serta memangkas emisi karbon hingga 110.000 ton CO per tahun.
Selain itu, Pupuk Kaltim sedang membangun pabrik soda ash pertama di Indonesia yang memanfaatkan emisi CO sebagai bahan baku sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular.
Nantinya fasilitas ini diproyeksikan menyerap hingga 174.000 ton CO per tahun.
Pengembangan clean ammonia juga sedang dijajaki untuk mendukung transisi menuju industri pupuk rendah karbon.“Penerapan ESG bukan sekadar kepatuhan regulasi, melainkan fondasi bisnis jangka panjang. Kami pastikan pertumbuhan kinerja selaras dengan kelestarian lingkungan dan dukungan nyata bagi ketahanan pangan bangsa,” tutup Rafli. ***
Editor : Editor