IHSG Anjlok Tajam ke Level 4.961, Ancaman MSCI Picu Arus Keluar Modal Besar

×

IHSG Anjlok Tajam ke Level 4.961, Ancaman MSCI Picu Arus Keluar Modal Besar

Bagikan berita
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Jakarta, - Pasar saham Indonesia tetap bergejolak pada perdagangan Senin (19/10/2026), menyusul penurunan harian terdalam dalam hampir tiga dekade yang tercatat pada akhir pekan lalu.

Pembukaan perdagangan hari ini langsung menunjukkan penurunan tajam: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 4,31% atau 223 poin ke level 4.961,87, dibandingkan penutupan kemarin di 5.863,78.

Ini merupakan kali pertama IHSG kembali ke zona 4.900 sejak masa pandemi COVID-19, mencatatkan posisi terendah sejak Oktober 2020.

Saham-saham unggulan berkapitalisasi besar masih menjadi pemberat kinerja indeks, di antaranya BBCA, BBRI, BYAN, dan TLKM. Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), IHSG telah turun 11,6%.

Akumulasi penurunan sepanjang tahun berjalan mencapai 43%, menjadikan IHSG indeks dengan kinerja terburuk di dunia saat ini.

Tekanan tajam ini dipicu pengumuman MSCI yang tengah mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (emerging markets) menjadi pasar berstatus tersendiri (standalone).

Jika terealisasi, langkah ini berisiko memutus akses ekonomi terbesar di Asia Tenggara terhadap aliran modal internasional, menempatkan Indonesia dalam kelompok yang sama dengan Lebanon dan Zimbabwe.

Sebelumnya pada Januari, MSCI sempat mengancam penurunan ke status frontier market, namun kini menilai keterlambatan reformasi membuat penurunan tersebut pun belum mencerminkan seriusnya masalah.

"Beban pembuktian kini telah bergeser. Dibutuhkan bukti nyata bahwa reformasi dijalankan konsisten dan memperbaiki fungsi pasar secara material," tulis tim analis Goldman Sachs.

Merespons gejolak, Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas batas penolakan perdagangan otomatis atau Auto Rejection Bawah (ARB) dari 15% menjadi 7%.

Editor : Editor
Bagikan

Berita Terkait
Terkini