Jakarta, - Upaya penanganan darurat bencana di Sumbar memasuki babak krusial. Pemerintah daerah diminta untuk segera menyelesaikan pendataan dampak bencana hidrometeorologi.
Oleh karena itu, kelengkapan data ini menjadi kunci utama untuk membuka kran bantuan bencana dari pemerintah pusat, yang akan sangat vital untuk tahap pemulihan.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak akan berlepas tangan.
Namun, komitmen untuk rekonstruksi pasca bencana secara menyeluruh baru dapat direalisasikan jika data kerusakan dan rencana aksi recovery dari daerah telah diserahkan secara lengkap.
"Sekarang saja, bantuan bencana telah dikirim Presiden Prabowo dengan menggunakan 4 pesawat. Ini merupakan sinyal kepedulian yang mesti ditangkap dengan baik oleh kepala daerah," ungkap Alex melalui pernyataan tertulis, Sabtu (29/11/2025).
Pernyataan ini disampaikan untuk merespons dinamika penanganan bencana yang melanda 7 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.Di sisi lain, Alex menjelaskan bahwa kemampuan keuangan daerah di Sumbar, secara mayoritas, masuk kategori sangat rendah. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang diberlakukan Kementerian Keuangan.
Akibatnya, ruang fiskal daerah menjadi makin menyempit untuk menangani kerugian ekonomi pasca bencana secara mandiri.
"Presiden Prabowo telah memberikan sinyal kuat, tak membiarkan daerah sendirian menghadapi bencana. Indikatornya, langsung mengirimkan bantuan dengan 4 pesawat itu plus 2 unit helikopter. Sekarang, tinggal daerah meresponsnya seperti apa," tegas Alex.
Respons cepat daerah akan mempermudah koordinasi untuk penanganan darurat bencana yang lebih efektif.
Editor : Redaksi-1