Oleh sebab itu, Program Smart Surau diterjemahkan menjadi Smart Tahfiz yang lebih terukur dan terintegrasi secara digital.
“Santri tidak hanya shalat berjamaah, tetapi juga menjalani tahsin, ziyadah hafalan, muraja’ah, hingga tasmi’. Semua aktivitas tersebut tercatat secara digital,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deri Suherman menyampaikan apresiasi atas wakaf pondok belajar yang diberikan. Ia berharap fasilitas tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.
“Setiap ayat Al-Qur’an yang dibaca dan setiap ilmu yang dipelajari akan menjadi pahala berkelanjutan,” tutupnya.Dengan peluncuran Smart Tahfiz ini, Pemko Padang semakin menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan Islam, transformasi digital pesantren, serta pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan di Sumatera Barat. ***
Editor : Redaksi-1