Pasaman, - Darmawanita Persatuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman menggelar pertemuan bulanan yang dikemas secara istimewa di lingkungan kantor BPBD setempat.
Berbeda dengan agenda rutin, kegiatan kali ini diisi dengan penyampaian materi mendalam serta latihan simulasi penanganan bencana secara langsung.
Langkah ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta peran aktif setiap anggota dalam menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi di wilayah setempat.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari jajaran pimpinan BPBD Kabupaten Pasaman, meliputi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, serta Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Para pemateri menjelaskan tugas pokok, fungsi, hingga mekanisme pengelolaan kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari tahap pencegahan, penanganan saat keadaan darurat, hingga proses pemulihan dan pembangunan kembali pasca terjadinya bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasaman dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan bencana bukanlah tanggung jawab satu lembaga semata.“Masalah kebencanaan harus dipikul bersama, baik saat keadaan aman, ketika bencana terjadi, maupun dalam masa pemulihan. BPBD berperan sebagai koordinator, namun pelaksanaannya memerlukan kerja sama seluruh instansi serta unsur masyarakat, termasuk peran keluarga,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan.
Sementara itu, Ketua Darmawanita BPBD Kabupaten Pasaman, Ny. Titik Mardianto, menyampaikan bahwa pengetahuan yang diperoleh akan diterapkan secara bertahap mulai dari lingkungan terdekat.
“Apa yang kami pelajari akan diterapkan mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga dibagikan kepada warga sekitar. Peran perempuan sangatlah strategis dalam membangun ketahanan keluarga, yang nantinya akan mendukung upaya pemerintah mewujudkan Nagari Tangguh Bencana,” jelasnya.
Editor : Editor