idkabar.com - Wujud kepedulian terhadap warga kembali ditunjukkan Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Pasaman H. Parulian dengan mengunjungi Ibu Saudah (68), korban dugaan penganiayaan yang dirawat di RS Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping.
Kunjungan tersebut turut didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman, Ketua GOW Pasaman, Kepala Dinas P3AP2KB, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi korban.
Saudah merupakan warga Kampung Lubuk Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman yang diduga menjadi korban penganiayaan setelah berupaya melerai aksi perusakan lingkungan di atas tanah miliknya.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di ruang bedah RS Tuanku Imam Bonjol sejak (1/1/2026).
"Saya datang ke sini sebagai bentuk perhatian mendalam, bukan untuk seremonial, karena saya ingin melihat langsung kondisi Ibu Saudah dan memastikan seluruh pihak bergerak cepat memberikan penanganan terbaik," ujar Welly Suhery.
Bupati meminta pihak RS Tuanku Imam Bonjol memberikan pelayanan maksimal agar seluruh luka, lebam, memar, dan keluhan yang dialami korban dapat ditangani secara optimal.Dalam kesempatan tersebut, Welly juga memastikan seluruh biaya pengobatan Ibu Saudah ditanggung Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas P3AP2KB sehingga keluarga tidak lagi terbebani biaya perawatan.
Kepala Dinas P3AP2KB Furkan bersama Kepala Dinas Kesehatan Arma Putra yang hadir di lokasi langsung menyatakan kesiapan menindaklanjuti arahan tersebut.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati disambut haru oleh Ibu Saudah beserta keluarganya yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.
"Saya berterima kasih Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati bersama rombongan sudah datang melihat saya langsung, terima kasih banyak Bapak," ucap Ibu Saudah sambil menangis.
Editor : Redaksi-1