"Politik uang hanya merusak. Tidak akan terbangun hubungan emosional antara pemilih dan wakilnya jika prosesnya dimulai dengan transaksi," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Donizar mengungkapkan bahwa ia telah mengalokasikan dana pokir sebesar Rp1,1 miliar untuk Mapattunggul Selatan pada tahun anggaran 2026.
"Dana ini saya prioritaskan untuk Mapattunggul Selatan karena dukungan suara yang besar dari masyarakat di sini. Silakan masyarakat menentukan apa saja yang menjadi prioritas penggunaan dana tersebut," tuturnya.
Reses tersebut ditutup dengan dialog terbuka antara masyarakat dan Donizar, yang berkomitmen membawa seluruh aspirasi tersebut ke meja pembahasan pemerintah provinsi. (***) Editor : Redaksi-1