Jakarta, - Sorotan tertuju pada ketidakmampuan Spanyol meraih kemenangan saat berhadapan dengan Cape Verde dalam laga pertama Grup H Piala Dunia 2026, yang berlangsung Senin (15/6/2026).
Banyak yang bertanya: apa yang sebenarnya terjadi dan di mana letak kesalahannya? Di atas kertas, Spanyol jelas diunggulkan untuk meraih poin penuh.
Sebagai juara dunia tahun 2010, tim ini menurunkan skuad terbaiknya yang dihuni oleh pemain-pemain berkualitas seperti Pedri, Rodri, Gavi, Marc Cucurella, serta bintang muda menjanjikan Lamine Yamal.
Namun, kenyataan di lapangan Stadion Atlanta, Amerika Serikat, berbanding terbalik dengan ekspektasi.
Cape Verde tampil sangat tangguh dan sulit ditembus. Meskipun menguasai 80 persen jalannya pertandingan, keunggulan tersebut tidak membuat segalanya menjadi mudah bagi pelatih Luis De La Fuente.
Hingga wasit meniup peluit akhir, tim berjuluk La Furia Roja ini sama sekali tidak mampu mencetak gol.Hasil imbang tanpa gol ini kembali menegaskan satu fakta penting: tidak ada jaminan tim yang lebih diunggulkan akan selalu keluar sebagai pemenang.
Kekesalan tentu terasa bagi tim Spanyol dan para pendukungnya. Gagal mengamankan tiga angka di laga pembuka membuat perjalanan mereka menuju babak selanjutnya terasa semakin berat.
Apalagi, dua laga tersisa akan menghadapi lawan yang tak kalah tangguh, yaitu Arab Saudi dan Uruguay.
Sebaliknya, hasil ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Cape Verde. Negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik Tengah itu kini melangkah dengan kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi.
Editor : Editor